Minggu (15/5) malam kemarin semua
klub Liga Inggris memainkan laga terakhirnya di musim ini, tak terkecuali dengan
Chelsea. The Blues menjamu Leicester City di Stamford Bridge pada laga penutup
semalam. Laga ini dinilai laga yang sempurna karena mempertemukan tim juara baru
dan juara musim lalu.
Chelsea menutup laga pamungkasnya
dengan raihan hasil imbang. Secara keseluruhan laga berjalan intens dan menarik,
baik The Foxes maupun The Blues nampaknya ingin menutup musimnya dengan
kemenangan. Meski Chelsea mampu menguasai pertandingan, namun serangan dari
Leicester lah yang terbilang cukup efektif. Hingga babak pertama usai skor
masih tetap imbang 0-0.
Di babak kedua perlahan pasukan
Claudio Ranieri mulai lepas dari tekanan Chelsea dan mampu untuk mengambil
pengusaan. Pada menit 66 Chelsea mendaptkan penalty setelah Nemanja Matic
dilanggar oleh Jeffrey Schulpp, Fabregas yang berlaku sebagai algojo berhasil
menyelesaikannya menjadi gol, 1-0 tuan rumah memimpin.
The Blues nampaknya akan keluar
sebagai pemenang dengan keunggulan tipis. Namun harapan itupun buyar seketika
saat Dany Drinkwater melepaskan tendangan spekulasi. Menit 82, Drinkwater yang mendapat bola dari tengah
lapangan, tanpa pengawalan gelang itupun langsung melepaskan tendangan
keras yang tak mampu dihadang oleh Courtois. Hingga wasit meniup peluit akhir, skor tetap imbang 1-1.
Dengan hasil tersebut Chelsea pun
mengakhiri musim ini di posisi 10 dengan raihan 50 poin. Kedua tim
masing-masing mencetak rekor tersendiri di musim ini. Jika Leicester berhasil
menjadi juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, maka musim ini menjadi pertama
kalinya bagi Ivanovic cs finis diluar 6 besar setelah diambil alih oleh Roman
Abramovich.
MUSIM MENGECEWAKAN
Chelsea sepertinya ingin
melupakan musim ini secepatnya. Bagaimana tidak, berstatus sebagai juara musim
lalu Chelsea justru tampil seperti singa ompong di musim ini. Raihan hasil
mengecewakan dan buruk pun mewarnai awal perjuangan untuk mempertahankan
mahkota juara. 3 kali kalah, 1 kali hasil imbang, dan hanya mendapat sekali
kemenangan adalah performa Chelsea dalam 5 laga awalnya.
Performa yang angina-anginan itu
pun sempat membuat Chelsea terdampar dijurang degradasi. Kurang baiknya suasana ruang ganti, Ketidakharmonisan beberapa pemain dengan Jose Mourinho, Juga
menurunnya performa para bintang merupakan penyebab jebloknya Chelsea di musim
ini. Pihak klub sudah tidak tahan dengan apa yang Chelsea dapatkan hingga
mereka mumutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan sang manajer, Jose
Mourinho, tepatnya pada 17 Desember usai mereka kalah dari Leicester City.
Posisi kepelatihan pun diserahkan
pada Guus Hiddink, Ini merupakan periode kedua Hiddink melatih Chelsea.
Kedatangan pelatih Belanda membuat Chelsea sedikit demi sedikit tampil lebih
baik. Banyak hasil seri yang didapat hanya membuat Chelsea berkutat di papan
tengah hingga di akhir masa kerjanya Hiddink hanya mampu menempatkan The Blues
di posisi 10. Selanjutnya Chelsea akan memulai musim depan di bawah pelatih
baru, Antonio Conte.
MUNCULNYA BINTANG MUDA
Meski hanya mampu mengantar
Chelsea di posisi 10, namun Hiddink berhasil mengorbitkan nama-nama baru di
Stamford Bridge. Ruben Loftus-Cheek, Kenedy, dan Bertrand Traore menjadi yang
pertama diberi kesempatan untuk ikut andil bersama tim utama. Performa yang
apik dan mengesankan nampaknya membuat Hiddink ketagihan untuk mencoba nama
baru lagi.
Matt Miazga, bek muda yang
didatangkan pada pertengahan musim menjadi nama selanjutnya yang dipilih
Hiddink. Tak sampai disitu, Hiddink pun memanggil beberapa pemain akademi untuk
bergabung. Tercatat ada tiga pemain yang diberi kesempatan oleh orang belanda
tersebut. Mereka adalah Jake Clarke-Salter, Tammy Abraham, Dan Fikayo Tomori.
Di musim selanjutnya Chelsea akan
berusaha lebih keras lagi dengan pelatih barunya, Antonio Conte. Meski Conte mempunyai
catatan emas bersama Juventus, Tak ada jaminan bahwa The Blues akan langsung
menjadi juara. Namun satu hal yang pasti, The Blues harus segera kembali ke
habitat aslinya dan menghapus kekecewaan para fans di musim ini.

0 comments:
Post a Comment